Saatnya Menata Gaya, Gejolak, dan Gairah Bercinta
Oleh: Aswad Syam
MASALAH seks pasangan suami istri (pasutri)
kerap menjadi salah satu pemicu ketidakharmonisan dalam keluarga.
Fenomena ini akan dikupas tuntas pakar seks, Dr Boyke Dian Nugraha dalam
seminar nasional "Gaya, Gejolak, Gairah, dan Godaan Wanita Masa Kini"
yang digelar Wish, FAJAR, dan SP FM di Ball Room Makassar Golden Hotel,
Minggu, 16 Januari 2011.
Boyke menyebut seks sebagai instink. Namun, bukan berarti seks tidak
dapat dipelajari atau dilatih dan dikendalikan. Pasangan yang mampu
melatih dan mengendalikan gairah seksnya melalui seni bercinta dan
penjagaan kondisi fisik dengan baik, akan mampu pula menjaga
keharmonisan rumah tangganya.
Ginekolog dan Konsultan Seks, Dr H Boyke Dian Nugraha, SpOG, MARS
mengungkapkan, manusia bukan mesin, namun berbagai penelitian
mengungkapkan kekuatan seks bersumber pada otak manusia, bukan pada
ukuran-ukuran alat kelamin ataupun ukuran fisik lainnya.
Untuk itu, melalui otak ingatan-ingatan seseorang akan disalurkan ke
bagian-bagian tubuh lainnya, sehingga hasil yang diperoleh ditentukan
oleh ingatan sendiri. Adanya rongrongan dalam ingatan, baik berupa stres
fisik (kelelahan) maupun stres psikis (kecemasan) akan mengganggu
potensi seks seseorang.
Boyke memaparkan empat langkah untuk sukses dalam menjaga potensi
seks. Pertama, penjagaan kesehatan tubuh. Langkah ini melalui makanan,
latihan (olahraga) dan istirahat. Ketiga hal tersebut sangat menentukan
dalam mendapatkan potensi seks yang prima.
Kedua, mendapatkan gairah seks. Langkah ini mendapatkan keinginan
untuk bercinta. Tubuh yang letih, rutinitas dalam seks seringkali
membuat seorang pria atau wanita kehilangan nafsu bercinta. Melalui
latihan-latihan tertentu, keinginan untuk bercinta tetap terpelihara
dengan baik.
Langkah selanjutnya, kata Boyke adalah sugesti diri dan fantasi
seks. Penggunaan imajinasi dalam bercinta, kata mantan kepala Puskesmas
di Masamba Luwu Utara ini, merupakan faktor yang sangat penting dalam
menjaga potensi seks.
"Ingat, fantasi bermula di otak, oleh karena itu fantasi seks
merupakan kekuatan yang tidak pernah hilang selama seseorang manusia
mampu berfantasi. Bagi para pria, melalui proses sugesti, ereksi dapat
diperintah sehingga hubungan seks dapat berlangsung lebih lama dan lebih
memuaskan pasangan," jelasnya.
Langkah terakhir adalah menambah teknik dan variasi dalam
berhubungan seks. Pengenalan daerah erotis, pandangan, pendengaran,
sentuhan, ciuman dan rayuan dapat lebih memuaskan pasangan.
Potensi seks yang prima, beber Boyke, berawal dari kesehatan tubuh
yang prima pula. Hanya dari tubuh yang sehat muncul seks yang sehat. Dan
tubuh yang sehat amat bergantung pada kesehatan fisik, mental dan
sosial.
"Cobalah Anda berdiri di depan cermin dan menilai, apakah Anda
sehat? Mulailah penilaian itu dilakukan dari ujung rambut sampai ujung
kaki," ujarnya.
Banyak orang, kata Boyke, tidak peduli terhadap bentuk fisik,
sehingga mereka tak pernah berpikir lagi untuk memakan makanan yang
mereka sendiri suka. Akibatnya, tubuh menjadi gemuk, kolestrol tinggi,
terkena penyakit darah tinggi atau gula, lalu kehidupan seks menjadi
hambar akibat rongrongan penyakit.
"Makanya, harus diperhatikan bahwa makanan merupakan hal yang
penting dalam menjaga potensi seks. Dari segi fisik dan pembawaan diri,
yang periang dan senang bergaul merupakan upaya menjaga potensi seks
dari sisi mental dan sosial," ucapnya.
Penelitian, lanjut dia, mengungkapkan bahwa para pria dan wanita
yang cukup makan makanan bergizi, berjiwa periang dan mampu beradaptasi
dengan lingkungannya, secara umum mampu menjaga potensi seksnya sampai
usia lanjut. Sebaliknya orang yang selalu tegang jiwanya, kemampuan
seksnya pun menurun, bahkan menghentikan kegiatan seksnya saat mereka
mencapai usia lanjut.
"Untuk itu, agar potensi seks tetap prima, kenalilah tubuh Anda. Kenalilah makanan Anda," paparnya.
Tubuh terdiri atas otot, persyarafan dan sistem peredaran darah.
Otot-otot itu berhubungan dan terkoordinasi satu dan yang lain melalui
sistem persyarafan yang rumit. Otot-otot tersebut saat dibutuhkan
bekerja dengan sempurna dan istirahat di kala kita tidur.
Saat gairah seks bangkit, sistem persyarafan bekerja kembali,
sehingga tugas dari sistem persyarafan menjadi semakin berat lagi karena
harus menanggung beban pekerjaan sehari-hari yang umumnya penuh dengan
berbagai masalah kehidupan. Oleh karena itu otak dan sistem persyarafan
butuh ketenangan dan penyegaran. Di samping tidur yang cukup,
rekreasi, serta relaksasi otot-otot akan sangat membantu menyegarkan
pikiran.
Untuk menjaga agar sistem otot, persyarafan dan peredaran darah
tidak bekerja berlipat ganda, Boyke menyarankan untuk menghindari
hubungan seks pada saat sesudah makan kenyang, sesudah merokok atau
minum minuman keras. "Jangan lupa mandi sebelum dan sesudah persetubuhan
agar membawa kesegaran tersendiri bagi Anda," tuturnya.
Boyke menyebut dua penyebab utama hilangnya gairah seks, yaitu
keletihan dan kecemasan. Menurutnya, bagaimana pun juga seseorang tidak
dapat melakukan hubungan seks jika keadaan tubuh dan pikiran sedang
terganggu.
Jika keletihan dan kecemasan tidak segera diperbaiki, maka makin
lama potensi seks seseorang akan menurun bahkan hilang. Hal ini
disebabkan sistem persyarafan dan otot-otot yang dipergunakan untuk
hubungan seks menjadi mengendur.
Untuk mengatasi hal ini diperlukan berbagai latihan dan istirahat.
Untuk itu, Boyke mengungkapkan latihan dasar meningkatkan potensi
seks. Antara lain, bangun tidur (push up) dapat menambah kekuatan otot
bahu dan dada sehingga dapat menjaga keseimbangan tubuh saat melakukan
hubungan seks.
Berikutnya, melatih otot paha yang berhubungan otot alat kelamin.
"Caranya, duduk lalu gulirkan bola pada masing-masing paha. Lakukanlah
teratur diselingi napas yang dalam," urai Boyke.
Selanjutnya, latihan pinggang dan pinggul. Pengendalian pinggul
sangat penting, terutama bagi pria dengan posisi di atas dan juga dapat
membantu orgasme bagi wanita.
"Caranya, Anda telentang di lantai, peganglah permukaan pinggul lalu
angkatlah kaki depan ke atas sampai hampir lurus, lakukanlah dengan
teratur," ujarnya.
Boyke juga memaparkan latihan mempertahankan potensi seks dengan
memperpanjang kemampuan orgasme. Menurutnya, orgasme mempunyai kemiripan
seperti mengeluarkan air seni, sehingga dapat dilatih.
Seperti halnya pengeluaran air seni yang dapat ditahan, maka
orgasmepun dapat ditahan (diperpanjang). Caranya, saat penis berada
dalam vagina, gerakan persetubuhan dapat diperlambat, dan penis jangan
terlalu masuk ke dalam vagina. Dengan latihan seperti tadi, otot-otot
menjadi terbiasa dan dikendalikan oleh konsentrasi otak.
"Gerakan pinggul untuk orgasme, angkatlah pinggul Anda, gerakkan ke
kiri dan ke kanan secukupnya. Hal ini dilakukan saat penis berada dalam
vagina, sehingga penis dapat merangsang klitoris yang membawa wanita
mencapai orgasme," bebernya.
Istirahat, lanjut Boyke, juga harus teratur. Menggunakan otot-otot
yang sering berhubungan dengan alat kelamin, janganlah terlalu sering.
Oleh karena itu hubungan seks sebaiknya dilakukan dengan teratur dan
terjadwal.
Berdasarkan penelitian, seorang pria mengeluarkan 200 juta lebih
sperma saat ejakulasi, sementara produksi sperma per hari adalah 75
juta. Makanya, hubungan seks tiga hari sekali merupakan kebiasaan yang
baik. Dengan 1-2 kali seminggu, diharapkan otot-otot alat kelamin cukup
beristirahat dan kantung spermapun telah penuh, secara alami membutuhkan
pengeluaran.
Di samping itu, tidur yang cukup serta rekreasi mempunyai peranan
yang penting dalam menjaga potensi seks. Rekreasi meliputi pula proses
relaksasi otot-otot, di mana sebelum tidur cobalah kosongkan pikiran dan
biarkan otot-otot berelaksasi. Lakukan hal ini dengan teratur, niscaya
hasilnya akan menakjubkan.
Setelah tubuh mencapai relaksasi dan irama napas menjadi teratur,
Boyke menyarankan melakukanlah sugesti diri. "Yakinkanlah diri Anda
bahwa Anda sanggup melakukan hubungan seks yang memuaskan. Lakukanlah
penarikan napas secara dalam sambil berbicara pada diri sendiri,
misalnya 'saya mempunyai segala sesuatu untuk memuaskan pria (wanita)',
atau 'setiap pengalaman seks akan lebih baik dari pada yang terakhir',
atau 'saya dapat menjaga ereksi selama persetubuhan’. Selanjutnya
imajinasi Anda diperlukan agar potensi seks tetap terjaga," bebernya
panjang lebar.
Albert Einstein mengungkapkan bahwa imajinasi lebih kuat dari pada
ilmu pengetahuan. Hal inipun dapat diterapkan saat anda melakukan
hubungan seks, sehingga kepuasan seks sangat tergantung kepada
kepandaian anda berimajinasi. Imajinasikanlah situasi seks yang dapat
anda kontrol sebaik mungkin.
Pandanglah segala sesuatu sampai hal yang detail, lalu lihatlah
pasangan anda: wajahnya, tubuhnya lalu pandanglah diri anda sendiri
dengan jelas, raut muka anda. Ulangi tindakan tadi. Pandanglah sekali
lagi raut muka pasangan anda lalu raut muka anda sendiri. Ciptakanlah
hubungan seks itu dengan perlahan-lahan. Latihan ini harus dilakukan
berkali-kali sampai menghasilkan hubungan seks yang memuaskan bagi kedua
belah pihak.
Untuk menambah gairah dalam berhubungan seks dan menghindarkan
kejenuhan, lanjut Boyke, diperlukan berbagai posisi dan variasi dalam
berhubungan seks. Adapun posisi yang lazim dilakukan pasangan suami
isteri adalah, (1) Posisi Wanita berbaring terlentang, pria di atas, (2)
Posisi Pria berbaring terlentang dan wanita di atas, (3) Posisi Wanita
dalam posisi lutut siku, pria dari belakang, (4) Posisi Berdiri, (5)
Posisi Menyamping, (6) Posisi Duduk,
"Keenam posisi dasar ini bisa dikembangkan menjadi berbagai posisi
lagi, misalnya pada posisi pertama kaki si wanita bisa diangkat, pinggul
wanita bisa diganjal bantal, dsb, sehingga diperoleh posisi yang
sama-sama menyenangkan kedua pasangan," ungkapnya. Adapun variasi seks
yang masih dianggap normal adalah, (1) Manipulasi klitoris dengan jari,
(2) Manipulasi urogenital, (3) Permainan mulut dengan alat kelamin yang
dikenal dengan felasio dan kunilingus yang jika serentak dilakukan
diperoleh posisi 69. (3) Masturbasi
Pemuasan diri sendiri tanpa koitus. "Biasanya dilakukan dengan
tangan atau alat lainnya. Biasanya dilakukan oleh muda-mudi atau oleh
orang dewasa dalam keadaan tertentu (jauh dari isteri, melepas
ketegangan, dll," tutupnya. (*)